Rinduku Tumpah di Tanah Basah, Ibu.

Untuk ia

yang–aku yakin–takkan menyulap kita jadi batu

yang menyimpan engkau dan aku

di desir haru

1

Pelan-pelan aku mengerti mengapa bening hujan tak bisa menyamai

air matamu. banyak hal yang dilalukan angin, kecuali rindu. bersama

riuh lampu-lampu aku mengenang harum balsem bertahun lalu. kayu

kering di tepi hutan dapat kuhitung hingga peluh menguap. tapi cinta

dari rahimmu, bukan kayu.

2

Kerikil yang memecah telapak kakimu membuatku paham mengapa

kau tiga kali bagi nabi. telah terbaca puisi keramat. darahmu

menyuburkan pohon-pohon tempatku hinggap. akan bagaimanakah

kukembalikan nadi yang terlanjur lekat dalam daging? jika bahkan

engkau rebahkan nyawamu di jantungku.

3

Tubuhmu hampir rubuh tertiup angin. kau menanti di teras rumah

sambil melempar butir beras untuk anak-anak ayam. bunga kenanga

telah kembang. wangi lepas ke udara.

rinduku tumpah di tanah basah, Ibu.

 

disalin dari:

https://www.facebook.com/notes/hanna-fransisca/pengumuman-10-nomine-lomba-menulis-puisi-untuk-cinta-dan-kasih-ibu-2011/10150313704759167

Iklan

About guntarihasyya

"Berharap menjadi mutiara di tengah lautan."

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: