Serahkan Pada-Nya.

Pada langit aku berharap akan asa yang membumbung tinggi, tapi toh ketika malam langit menjadi gelap dan asaku menjadi tak terlihat. Pada air aku berharap agar setia mengalirkan kesejukan di dalam hati dan membiarkanku menjadi lebih berseri, tapi toh air mengalir dari tempat yang tinggi dan akan bermuara di kali. Tentu saja kali itu tidak suci.

Pada hujan aku berharap akan rintiknya membasuh senyap. Duka nestapa aku coba hapus, berharap bulir itu dapat mengalir sampai jauh ke arah laut. Tapi toh hujan itu habis pada masanya, bahkan tak sempat terbaca bagaimana dan kapan datangnya.

Pada manusia aku berharap, seonggok kehidupan penuh cinta bahagia, seteguk rasa berbalut kasih yang membawaku keluar sejenak dari penat lelah dan beban ini. Tapi toh, manusia itu tak ada yg sempurna, dan harapku selalu dibuat kecewa dan aku menangis tersedu sedan karena pupus cinta dan merajut luka.

Dan kini aku berharap pada Tuhan berharap belas kasih-Nya menyentuh tubuh lemah ini, dan ternyata asaku tidak hilang ditelan malam dan kekecewaan tak tertorehkan. Ya harapku kini melambung tinggi dan aku tidak khawatir akan jawab-Nya nanti.

Karena kutahu dengan Dialah aku bisa menggantungkan harap. Kuserahkan kepadanya apa yang harus menjadi ketentuanku dan aku tak kan mempertanyakan lagi kenapa harus begini kenapa harus begitu.

 

 

Senin, 29 Oktober 2012, 08.11 WIB.

Iklan

About guntarihasyya

"Berharap menjadi mutiara di tengah lautan."

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: