Menumbuhkan Semangat Berkompetisi secara Sehat untuk Meraih Prestasi

Menumbuhkan semangat berkompetisi bukanlah hal yang sulit, karena pada hakikatnya manusia memiliki sifat distinksi yaitu nafsu yang mendorong manusia untuk berbeda dengan pihak lain dan dalam perbedaan itu mereka ingin menjadi lebih dari yang lain. Kompetisi pun dapat dijumpai dalam berbagai hal dan di berbagai tempat, misalnya saja di rumah, di sekolah, di kampus, di kantor, atau di tempat lainnya sehingga baik dengan atau tanpa disadari manusia saling berkompetisi antarsesamanya. Pada dasarnya kompetisi adalah hal yang positif karena dengannya kita dapat mengukur sudah seberapa jauh atau seberapa tertinggal kemampuan kita dari orang lain dan lebih dari sekadar itu kompetisi juga dapat menumbuhkan kreativitas dan produktivitas kita. Lewat kompetisi, manusia akan mencari cara sekreatif dan seproduktif mungkin agar menjadi lebih dari yang lainnya.

Namun, pada praktiknya seringkali kompetisi menjadi sesuatu yang negatif. Hal ini tentu saja karena dalam suatu kompetisi dikenal istilah ‘persaingan tidak sehat’. Persaingan tidak sehat timbul karena adanya rasa takut akan kekalahan dan ambisi yang berlebihan untuk memenangkan kompetisi. Bukan suatu hal yang tidak biasa jika kompetisi terjadi secara tidak sehat, sebagai contoh ketika ujian di sekolah, banyak siswa yang ingin mendapat nilai tinggi tetapi menempuhnya dengan jalan sontek-menyontek. Atau sering kita lihat iklan-iklan di televisi yang saling menjatuhkan satu sama lain atau saling mengejek satu sama lain. Semua itu dilakukan karena adanya perasaan ingin unggul dan takut tersaingi.

Sebagai mahasiswa pun, seringkali kita menempuh cara tidak sehat dalam bersaing untuk meraih prestasi, seperti halnya menyontek. Ketika sedang ujian, setiap mahasiswa pasti menginginkan nilai yang maksimal atau minimal mendapat nilai yang lebih dari yang lain. Namun, banyak dari kita menginginkan hasil tersebut tanpa disertai usaha maksimal sehingga kita menempuhnya lewat jalan pintas yakni menyontek. Lebih parahnya lagi jika dalam suatu perlombaan, kejuaraan olahraga misalnya, terjadi saling menjatuhkan antarpeserta dengan cara mengolok-olok atau bahkan menyogok wasit dan juri. Hal ini tentu saja akan menimbulkan kerugian bagi pihak yang bersangkutan. Terlebih yang paling dirugikan adalah mereka yang melakukan persaingan tidak sehat itu sendiri. Untuk orang yang menyontek, ia memang merugikan orang yang disontek olehnya, tetapi yang lebih dirugikan adalah dirinya sendiri karena ia mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan kemampuannya, ia hanya mendapat nilai yang tinggi tetapi tidak mendapat ilmu dari apa yang sudah dipelajarinya. Untuk orang yang bertindak tidak sportif pun sebenarnya ia sangat merugikan dirinya sendiri, kalau tindakan tidak sportifnya tersebut tidak berhasil, sudah berapa banyak waktu atau mungkin uang yang yang terbuang untuk menyogok wasit misalnya, ditambah lagi perasaan malu yang ditanggungnya karena sudah dinilai sebagai pemain yang curang.

Dari beberapa contoh di atas, sepertinya memang dibutuhkan kiat-kiat menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat dalam meraih prestasi. Berdasarkan beberapa sumber bacaan ditambah pendapat saya pribadi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat dalam meraih prestasi, antara lain sebagai berikut, pertama dan yang utama harus dilakukan adalah penanaman nilai-nilai dalam pola pikir kita. Nilai-nilai tersebut antara lain kejujuran dan menghargai orang lain. Apabila kejujuran sudah tertanam dalam diri seorang mahasiswa, tindakan seperti menyontek atau bertindak tidak sportif tidak akan terjadi. Mahasiswa yang memiliki nilai kejujuran tinggi akan takut berbuat curang, bukan hanya karena ia sadar bahwa hal itu merugikan dirinya dan orang lain, tetapi karena ia tahu bahwa ada Tuhan Yang Maha Kuasa yang selalu mengawasinya yang akan membalas segala perbuatannya. Dengan kesadaran ini, mahasiswa akan meraih prestasinya lewat jalan yang benar, tidak berbuat curang, kalau pun ia belum mampu menjadi lebih dari yang lain ia akan banyak belajar dari kesalahan-kesalahannya atau banyak belajar dari keberhasilan-keberhasilan orang lain, bukan malah bertindak curang dan tidak sportif. Selain itu perlu ditanamkan pula rasa saling menghargai antarsesama. Dengan rasa saling menghargai, ketika melihat teman memiliki prestasi yang timbul adalah sikap positif, menerima dengan lapang dada, dan menjadikan hal tersebut sebagai motivasi untuk menjadikan diri lebih baik dan berprestasi seperti mereka, bukan malah menjadi iri atau benci dan berniat menjatuhkan prestasi mereka.

Hal selanjutnya yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat adalah dengan memiliki target pencapaian. Sebagai mahasiswa, kita harus memiliki target-target yang ingin dicapai. Tujuannya agar hidup kita lebih terarah dan lebih memiliki nilai. Pasanglah target untuk memiliki prestasi di kampus misalnya, hal tersebut akan memacu semangat kita untuk mengikuti berbagai macam kompetisi. Dengan target pencapaian ini, tanpa perlu menunggu adanya kompetisi, kita bisa menciptakannya sendiri. Misalnya kita memiliki kemampuan di bidang berpuisi atau menyanyi, tanpa menunggu ada lomba tersebut di kampus kita kita bisa mencari-cari sendiri, mungkin saja di universitas lain sedang diadakan lomba tersebut. Jadi tidak hanya menunggu kesempatan tetapi menciptakannya.

Selain dua hal di atas, semangat berkompetisi dapat ditumbuhkan dengan bergaul di lingkungan yang positif. Ikut berbagai macam organisasi atau komunitas misalnya, akan menumbuhkan semangat untuk menyalurkan bakat atau kemampuan yang kita miliki. Dalam suatu lingkungan yang positif biasanya ada orang-orang yang produktif menciptakan prestasi-prestasi, kita dapat belajar dari mereka bagaimana mereka bisa meraih prestasi tersebut, kiat-kiat apa saja yang perlu dilakukan agar tidak mudah menyerah dalam meraih prestasi. Dengan belajar pada orang-orang yang sudah berprestasi tersebut akan menimbulkan semangat dalam diri kita untuk mengikuti kompetisi. Namun, hal terpenting yang perlu diwaspadai adalah rasa mudah menyerah. Pada praktiknya ketika mengikuti kompetisi, seringkali kita dihadapkan pada kegagalan yang membuat kita enggan untuk bangkit atau bahkan bangkit dengan cara yang tidak sehat. Untuk dapat berkompetisi, kita perlu menyiapkan semangat pantang menyerah. Kegagalan mungkin akan mewarnai perjalanan kompetisi kita, namun jangan biarkan itu semua membuat kita berhenti. Hadapi dengan sikap positif dan anggap kegagalan sebagai sebuah pelajaran yang membuat kita semakin matang untuk berkompetisi.

Terakhir, dalam menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat kita perlu menunjangnya dengan banyak belajar seperti banyak membaca buku, banyak mengikuti seminar motivasi, dan lain sebagainya. Banyak belajar akan menjadikan kita orang yang pikirannya terbuka, tidak sempit, dan menjadikan kita orang yang mau terus berusaha. Dengan banyak belajar pada banyak hal, pada siapa pun, kapan pun, dan di mana pun, kita akan mendapat banyak pengetahuan yang akan membuat diri kita menjadi orang yang lebih matang, dalam arti lebih siap menghadapi kompetisi. Lihatlah banyak orang-orang berprestasi di sekeliling kita, teman kita, temannya teman kita, saudara kita, atau kakak senior kita, dan belajarlah dari mereka. Buatlah diri kita termotivasi karena melihat prestasi-prestasi mereka, kemudian tunjukkan semangat kita dengan tindakan yang nyata, yakni mengikuti berbagai macam kompetisi, dan membuat segala kesempatan seolah-olah adalah sebuah kompetisi, agar kita terbiasa untuk selalu berusaha menjadi yang terbaik, tetapi dengan cara yang sehat tentu saja.

Menjadi berprestasi adalah impian setiap mahasiswa. Namun pertanyaannya apakah semua mahasiswa mau untuk meraih prestasi-prestasi tersebut? Apakah kita akan bertahan ketika dihadapkan dengan sebuah kegagalan dalam meraih prestasi? Dan apakah kita meraih prestasi-prestasi tersebut dengan cara yang sehat? Jawabannya tentu ada di dalam diri kita sendiri, yang jelas beberapa kiat di atas dapat diterapkan dalam langkah kita meraih prestasi. Persiapkan mental, miliki target, dan mau banyak belajar akan mendukung kita menjadi seseorang yang selalu bersemangat dalam berkompetisi untuk meraih prestasi. Karena kalau bukan berprestasi sekarang, kapan lagi?

Tulisan ini adalah salah satu tugas mata kuliah Penulisan Populer, dikumpulkan pada Selasa, 20 November 2012.

Iklan

About guntarihasyya

"Berharap menjadi mutiara di tengah lautan."

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: