Semoga Engkau Menerima

Ayah..
Pada hari ini,
ingin sekali kuucapkan terima kasih.
Ucapan yang mungkin jarang sekali kuutarakan
Ucapan yang sebenarnya tidak cukup hanya sekadar untuk mengekspresikan rasa terima kasihku kepadamu.
Namun, biarkanlah..
Di hari ini saja aku ingin berkata,
“Terima kasih, Yah..”

Terima kasih karena telah bersusah payah mempunyai niatan sebaik itu
Terima kasih karena dengan tulus ayah punya cita-cita setinggi itu

Namun, yah..
Barangkali, terkadang niat baik tidak selalu berujung baik
Niat baik tidak selalu berbalas dan diterima sebaik bentuk awalnya..

Bukan. Bukan karena Allah tidak sayang,
Bahkan Allah janji bahwa Ia tidak akan mendzalimi hamba-Nya.
Bukan karena itu, Yah.
Kuyakin.
Hanya saja, mungkin dengan ini Allah ingin menguji ikhlas Ayah, menguji sabar Ayah, menguji Ayah untuk digantikan dengan sesuatu yang lebih baik nantinya.
Aku sangat yakin, Yah..

Jika saat ini terlihat seperti sebuah luka
Maka biarkanlah ia menjadi sebuah luka
yang akan menjadi penggugur dosa Ayah.
Biarkanlah, Yah..

Dari sini, hari ini, aku pun ingin meminta maaf kepadamu, Yah.. Mohon maafkan aku, maafkan kami atas sikap kami yang seolah tak mendukungmu, maafkan kami yang terlihat tidak menyukai keputusanmu, maafkan kami yang tak terdengar memilih apa yang menjadi pilihanmu.
Maafkan kami.

Itu semua hanya karena kami sadar
Karena kami tau, Yah, bahwa mungkin itu bukanlah hal yang baik untukmu.
Bukan, bukan berarti ini semua adalah niat yang buruk, sama sekali tidak.
Kami hargai semua jika itu keinginanmu.

Hanya saja, pada kondisi seperti ini, pada saat yang seperti ini, dengan usiamu yang telah menua ini,
mungkin lebih baik Ayah berhenti.
Mungkin lebih baik Ayah fokus pada diri Ayah dan mulai meninggalkan perhiasan dunia ini.
Fokus pada hari yang nanti akan menjemput Ayah sewaktu-waktu, fokus pada sesuatu yang akan menemui setiap manusia, pasti.

Sudahlah, Yah.
Terkadang memang ada sesuatu yang harus kita terima tanpa kita pahami.
Terkadang.
Dan tugas kita hanyalah belajar pada setiap momentum yang terjadi pada diri ini.
Sudah ya, Yah.
Berhentilah. Hapus sedihmu, hapus lukamu, dan jangan sampai (nauudzubillah) kau tanam dendammu.

Biarlah jika manusia memandang hina kepada kita, biarlah. Mudah-mudahan kita tetap mulia di mata-Nya.
Biarlah, Ayah..
Karena ini semua hanya sementara
Kesedihan, kebahagiaan, dan kekecewaan semua sebentar saja.
Terima saja.
Karena jika kita ikhlas.. Guguran dosa sebagai ganjarannya 🙂

Sudah ya, Yah.
Aku mohon jangan bersedih.
Ikhlaskan semua ini.
Mungkin ini cara Allah menyayangimu,
Cara-Nya agar Ia semakin menjadi tujuanmu.

Salam sayang,
Anakmu..

Iklan

About guntarihasyya

"Berharap menjadi mutiara di tengah lautan."

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: